Badan kecil mungil..
Kaki sehalus sutra..
Menapak dunia yang besar..
Hidup dalam koloni..
Berbaris di dinding..
Berbaris di lantai..
Perjalanan panjang..
Mencari remah-remah makanan..
Berbagi bersama..
Demi menyambung hidup..
Bergotong royong..
Untuk satu tujuan
Ya..
Itulah mereka..
Semut-semut perkasa..
Semut-Semut Perkasa
Memori
Ketika semua tak seperti dulu..
Tak ada memori lalu teringat..
Terkubur begitu saja..
Hanya aksesoris dunia menghiasi dirimu..
Mental abu yg kau bawa..
Ketakutan akan angin harapan..
menerbangkanmu ke laut kegagalan..
Tak ada yg tak mungkin..
Mengaduk abu menjadi harapan..
Membakar ketakutan tak berujung.
Pijar semangat..
Menghidupkan memori menjadi motivasi..
Membakar bimbang menjadi arang.
Mengabsorpsi keraguan..
Menggumpalkannya menjadi koloid keyakinan.
Menghadapi masa depan..
Secerah cahaya matahari..
Yang bersinar karena aerosol memori..
Bersinarlah!
Tunjukan kekekalan energimu!
Ya, mekanik kehidupan..
Tingkatkan potensial harapan..
Sehingga memperkecil kinetik kegagalan..
Hidup adalah tentang memori..
hiup adalah tentang energi.
Hari baru..
semangat baru..
semua baru....
Tapi tetap meninggalkan memori..
Yang terus memberikan api semangat!
Idul Fitri
Hahahihi..
Semua orang ketawa ketiwi..
Seperti kunti..
Mereka memamerkan gigi kuning mengkilap..
Gigi kuning karena makan opor..
Menjulurkan jari berkuku kuning..
Meni pedi memijat ayam lulur rempah..
Semua orang bersalaman dengan gaya sama..
Gigi kuning..
Kuku kuning..
Bukan hepatitis..
Apalagi bronkhitis..
Tapi mengemis..
Mengemis maaf..
Anak kecil berteriak..
Menyembunyikan uang di ketiak..
Dan bergaya seperti merak..
Tertawa bahagia..
Menahan kencing kencring yang bergerincing..
Kata maaf diobral..
Diskon besar-besaran..
Belanja asyik berhadiah ampou..
Selamat merayakan Idul Fitri Mohon Maaf Lahir dan Batin..
kehidupan yang sia sia
Bulatan fantasi berputar..
Meninggalkan jejak tanya..
Akan halusinasi kehidupan..
Berdiri di atas kebohongan..
Tertawa dibuai candu..
Membunuh rasa bersalah..
Dicekik kesenangan maya..
Menjauhi kenyataan..
Melupakan hulu..
Berpura-pura tak tahu hilir..
Mengalir tanpa tujuan..
Kehidupan yang sia-sia
Realita Semu
Aku jatuh ke dalam lautan kegelapan malam..
Berenang bersama seluruh angan tentangmu..
Keindahan semu yang memabukkan..
Yang tak akan pernah jadi nyata..
Gelap malam..
Gelap cintaku..
Namun kau adalah rembulan..
Menuntunku ke daratan penuh harap..
Kuikat janji pada matahari..
Cinta sejati yg kuharap kau..
Meninggalkan indahnya malam..
Rajutan harapan yg kau buat..
Meski kenyataan menantiku..
Aku tetap menanti ketidakpastian..
Cinta yang ku harap..
Cinta yang kosong..
Namun begitu indah dibalik sinar rembulan..
Meski realita tak seindah mimpi..
Mimpiku telah membentuk realita..
Realita semu..
Mencintai dirimu..
Aku tahu aku harus pergi menutup kotak mimpi..
Untuk bersanding bersamamu..
Dan mengikat janji..
Ku kan pergi bersama matahari..
Menyongsong realia tanpamu..
Tapi malam tetaplah malam..
Ketentuan alam yang tak akan berubah..
Seperti dirimu..
Yang hadir untukku..
Ketika siang berlalu..






