
Setengah dasawarsa berlalu..
Kuluruskan benang basah..
Yang tak pernah kering..
Meski matahari berusaha mengeluarkan seluruh panasnya..
Jejakmu tak hilang dari jalan setapak kalbu..
Berkali-kali hujan berusaha menghapusmu..
Namun jejakmu bagai batu karang..
Bersemayam dalam hati..
Tak hilang..
Biarkan aku berlayar..
Sehingga aku jauh darimu..
Dan jauh dari jejak kakimu yang kau torehkan di daratan penuh cinta dan khayalan..
Jangan bersenandung..
Sehingga ombak membawa perahuku padamu..
Jangan tersenyum..
Sehingga air mataku jatuh..
Membuat badai..
Dan aku tenggelam dalam bayangmu lagi..
Jangan lagi..
Cukup sampai disini..
Hanya setengah dasawarsa saja..
Bandung, 20 Desember 2011
Vera Dianwari
Setengah Dasawarsa
Duhai..

Duhai fullan..
Jangan kau paku kedua matamu yang bening padaku..
Sehingga jantungku berdebar..
Dan meledakkan rasa..
Yang seharusnya suci..
Menjadi hina..
Duhai fullan..
Janganlah sodorkan payungmu..
Sehingga percik karunia Tuhan tak membasahiku..
Sehingga aku menadahkan kepalaku padamu..
Dan tenggelam padamu..
Duhai fullan..
Jangan kau menyuapiku dengan segenggam kata cinta..
Atau membelaiku dengan rayuan..
Sehingga Tuhan mencampakkanku..
Bukan aku tak mau..
Bukan aku munafik..
Atau terlalu sombong..
Namun aku malu..
Rasa maluku terlalu besar..
Apalagi kepada Tuhanku..
Cinta sejatiku..
Duhai fullan..
Tunggulah masa itu..
Disaat kau dapat merasakan semuanya..
Disaat aku mendapat izin dari Tuhan..
Merasakan anugrah tiada tara..
Duhai fullan..
Aku tak mau menduakan Tuhan..
Aku tak mau..
Duhai fullan..
Tunggulah masa itu..
Dan aku rela bersamamu..
Bandung, 7 Desember 2011
Vera Dianwari
kasihan.. :(
Ini Mimpiku
Aku bermimpi ingin pandai berbahasa Inggris. Itu karenamu. Dan kini itu terwujud, karenamu. Itu dulu..
Aku bermimpi ingin menjadi dokter lulusan fakultas kedokteran Universitas Padjajaran. Itu karenamu. Memang belum terwujud.. Tapi aku yakin pasti terwujud. Ini memang impianmu, tapi aku yang akan menjalaninya.. Bikan kamu..
Kak, makasih ya sudah menginspirasiku selama ini. Terimakasih sudah mengizinkan aku merasakan apa yang orang bilang cinta. Terimakasih udah ngizinin aku suka sama kakak. Hihihi... Tapi itu dulu...
Sekarang jalan hidup kakak memetakan kakak untuk belajar ekonomi, bukan kedokteran seperti yang dulu kakak cita-citakan.. Tapi mungkin itulah yang terbaik menurut Tuhan.
Aku ga mau lagi ngikutin kakak..
Aku ga mau belajar ekonomi.. Aku ga mau..
Biarkanlah aku menyongsong matahariku..
Melupakan kakak..
Aku harus mandiri..
Aku harus berdiri sendiri..
Kakak adalah masa laluku..
Aku bisa..
Pasti..
Kini aku sudah buktikan..
Tahun lalu aku mengikuti Biological Science Competition, aku berhasil sampai babak semi final..
Kini, aku mengikuti lomba itu lagi dan berhasil sampai final..
Taun depan, aku akan berhasil menjadi mahasiswi FK UNPAD..
Kau tahu kenapa?
Karena aku telah berhenti mengikutimu..... :)


Bandung, 24 November 2011
Vera Dianwari
Di Bawah Payung munakahat

Aku..
Wanita polos..
Dengan perasaan layaknya wanita..
Haus akan cinta..
Haus akan kasih sayang..
Seperti wanita pada umumnya..
Dia..
Membuat kalbu berdebar..
Memberiku sesuatu..
Yang orang bilang adalah cinta..
Inikah cinta?
Dia..
Kini datang dengan bahasanya..
Memintaku menerima dirinya..
Memintaku menerima apa yang aku inginkan..
Seperti wanita pada umumnya..
Aku ingin..
Aku senang..
Namun, inikah cinta?
Bukan!
Bernaung di bawah nama cinta dan mencampakkan Tuhan..
Tuhan yang mencintaiku lebih dari dia..
Ini bukan cinta..
Saat itu aku tahu..
Cinta sejatiku bukan dia..
Lalu siapa?
Aku mencari..
Terus mencari..
Hingga akhirnya..
Aku bertemu denganmu..
Kau datang dengan nama cinta..
Kau datang membawa perintah Tuhan..
Perintah untuk membahagiakan aku..
Menjadikanku sangat mulia..
Menjadikan aku Tanah..
Sesuatu yang orang anggap rendah..
Namun sangat berarti di matamu..
Karena kau menanamkan benih-benih cinta..
Kebahagiaan atas ridha-Nya..
Di bawah payung munakahat....
Bandung, 11 November 2011
Vera Dianwari








